Lima Sehat

Berbagi tips kesehatan yang bisa dilakukan sehari hari.

LightBlog

Selamat malam. Rembulan tak nampak malam ini. Mungkin ia lelah. Hadirnya tak dianggap, perginya pun tidak. Seperti aku.

Rembulan Merajuk


Selamat malam. Rembulan tak nampak malam ini. Mungkin ia lelah. Hadirnya tak dianggap, perginya pun tidak. Seperti aku.


Lantai enam gedung itu tak cukup membantu untuk merayu. Rembulan tetap merajuk. Sebersit sinar pun tiada kutemui.

Hei, selamat malam. Bagaimana kabarmu hari ini? Maaf, pagi tadi aku pergi terlalu pagi. Kulihat rumah kau masih tertutup rapat, menengok sekejab saja aku tak sempat.

Malam ini kubawakan kau sepotong kue rindu. Kue yang nikmat selagi hangat. Jangan kau diamkan, itu teramat menyakitkan. Ah, kue ini menjadi jauh lebih nikmat karena teh hangat terbaik mu.

Apakah kau menyukai rembulan? Bukankah kau bisa menikmati rebulan selepas senjamu?

Aku suka menunggu rembulan ditempat tempat yang tinggi. Tempat di mana tidak banyak yang mau untuk menapaki.

Kau tahu? Rembulan adalah penyampai pesan yang terbaik. Titipkan pesan terbaikmu bersama rembulan, dan kau akan segera mendapat jawaban.

Bangunlah dari tidurmu, ketika semua orang tak peduli pada rembulan. Lihatlah, rembulan hanya ditemani bintang bintang. Tidak ada yang peduli pada rembulan, meski dia sendiri dan kesepian.

Apakah kau suka bangun di sepertiga malam yang akhir?

Sepertiga malam. Waktu di mana semua orang mungkin tengah terlelap. Melepaskan penat dan menunggu kepenatan esok hari. Bangunlah pada sepertiga malam. Kau akan melihat rembulan yang sendirian.

Oi, benar katamu. Rembulan memang tak menampakkan dirinya setiap hari. Namun, bukankah tidak ada salahnya bangun di sepertiga malam itu?

Aku menyukai sepertiga malam, udaranya amat segar. Cobalah membasuh muka, betapa sejuk dan nikmat airnya. Sebuah nikmat, yang mungkin tidak banyak orang pernah merasakan.

Ah, kau coba lah sesekali. Lalu kau titipkan pesan kerinduanmu ditemani rembulan dan bintang bintang. Titipkan rindu terbaikmu. Kerinduan pada dia, orang yang paling bijaksana, orang yang paling kita damba. Manusia terbaik yang pernah ada.

Bukankah kau juga merindukannya, sama sepertiku?

Hei, maaf, seperti biasa, aku terlalu banyak bercerita. Bagaimana rasanya? Nikmat bukan? Ingat, jika suatu saat kau mendapatinya, jangan sampai kau biarkan dia dingin, nikmati selagi masih hangat.

#D4 #odopbatch5 #onedayonepost

2 komentar: